Written by Sabtu, 31 Desember 2011
PDFPrintE-mail

IKUTLAH AKU!

Yohanes 21 : 15 – 19

 

Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

(Yoh. 21:19)

 

 

Percakapan Simon Petrus dan Yesus diakhiri dengan kalimat “Ikutlah Aku!” Kalimat itu bukanlah kalimat yang pertama kali keluar dari mulut Yesus. Ia pernah mengucapkan kalimat yang sama ketika memanggil Petrus untuk menjadi murid-Nya.

 

Namun, kalimat itu sekarang berbeda nuansa karena di alamatkan kepada pribadi yang pernah menyangkal Gurunya. Dan kepada pribadi yang pernah menyangkal-Nya itu, Yesus kembali mengucapkan ajakan tersebut.

 

Kalimatnya tetap bernada ajakan. Tidak ada paksaaan dalam kalimat tersebut. Meski telah memulihkan keberadaan Petrus, Yesus tidak memaksa Petrus untuk tetap menjadi pengikut-Nya. Nada kalimat itu tetap, bukan perintah, melainkan ajakan penuh motivasi!.

 

Hingga hari ini, kalimat yang sama tetap bergaung. Kepada para pengikut-Nya, entah yang pernah jatuh maupun yang masih tegak berdiri dalam iman, Yesus masih mengucapkan kalimat yang sama: “Ikutlah Aku!”.

 

Dengan kata lain, mengikut Tuhan merupakan proses. Mengikut Tuhan bukanlah sesuatu yang statis. Mengikut Tuhan berarti tetap mengarahkan diri kepada Sang Guru dan menaati-Nya tanpa syarat. Mengikut Tuhan berarti pula menyerahkan kehendak kita di bawah pimpinan-Nya.

 

Marilah kita tutup tahun 2011 dengan sebuah tekad: mengikut Yesus sampai kapan pun!

 

 

DOA :

Tuhan, kami hendak menutup tahun 2011 ini dengan sebuah tekad

untuk tetap mengikut Tuhan kapan pun dan di mana pun kami berada. Amin.

 

Mzm. 148; 1 Raj. 3:5-14; Yoh. 8:12-19

 

 

Written by Jum,at, 30 Desember 2011
PDFPrintE-mail

DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU

Yohanes 20 : 19 – 31

 

Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka

dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!”

(Yoh. 20:19)

 

 

“Damai sejahtera bagi kamu!” merupakan salam Paska. Dalam setiap perjumpaan dengan para murid-Nya, sesudah kebangkitan-Nya, Yesus mengucapkan salam yang sama.

 

Pada kenyataannya, damai sejahtera merupakan modal utama bagi manusia untuk dapat menjalani kegiatannya sehari-hari. Tanpa kedamaian, kita tidak akan pernah dapat menjalani hidup dengan baik. Energi habis bukan karena kita melakukan sesuatu, tetapi karena kita berusaha untuk menenangkan diri, untuk mencapai kedamaian hati.

 

Kepada para murid, Yesus menyatakan bahwa damai sejahtera itu telah dikaruniakan-Nya kepada mereka. Damai sejahtera tidak perlu diraih dengan susah payah. Damai sejahtera itu ada bersama dengan mereka. Damai sejahtera itu juga tinggal bersama kita, para pengikut-Nya.

 

Tuhan ingin damai sejahtera itu tidak menjadi monopoli kita. Dia ingin kita menularkan damai sejahtera itu kepada sebanyak mungkin orang sehingga makin banyak orang yang merasakan damai itu.

 

Mengucapkan salam merupakan langkah awal untuk menularkan damai sejahtera kepada orang yang kita temui. Kemudian, wujudkanlah salam tadi dalam tindakan-tindakan nyata sehingga makin banyak orang merasakan damai sejahtera itu dan tergerak untuk membagikannya kepada orang lain pula. Akhirnya, bumi akan penuh dengan Damai Sejahtera Tuhan.

 

 

DOA :

Tuhan Yesus, mampukan kami untuk membagikan damai sejahtera-Mu

kepada orang yang kami temui setiap hari. Amin.

 

Mzm. 148; Ams. 9:1-12; 2 Ptr. 3:8-13

 

 

Written by Kamis, 29 Desember 2011
PDFPrintE-mail

ORANG MISKIN SELALU ADA PADA KAMU

Yohanes 12 : 1 – 8

 

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya,

lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya …

(Yoh. 12:3)

 

 

Seandainya kita hadir di sana, mungkin kita pun setuju dengan sikap Yudas. Tindakan maria terkesan demonstratif dan kekanak-kanakan. Masak, minyak narwastu seharga 300 dinar itu di buang percuma?

 

Satu dinar merupakan upah pekerja kasar dalam satu hari atau sekitar Rp. 50.000. Jadi, harga minyak narwastu itu sekitar Rp. 15 juta. Dan semuanya musnah dalam sekejap! Jika uang itu dijadikan nasi bungkus seharga Rp. 5.000, ada sekitar 3.000 perut lapar terpuaskan.

 

Namun, Yesus ternyata merestui tindakan Maria. Di mata Yesus tindakan Maria tidak patut disalahkan karena dilakukannya dengan hati tulus. Dan itu tidak diperbuatnya setiap hari. Semua itu dilakukan Maria mengingat kematian Yesus. Itu memang terbukti. Ketika Yesus dikuburkan, semua serba terburu-buru, di bawah tekanan tentara Romawi, sehingga tidak ada yang sempat meminyaki jenasah Yesus.

 

Berkait dengan orang miskin, yang menjadi dasar argumen Yudas, Yesus menegaskan bahwa orang miskin selalu ada.

 

Persoalannya, juga di masa kini, orang miskin sering mendapatkan perhatian besar hanya pada peristiwa-peristiwa tertentu. Kita sudah cukup puas hanya memerhatikan orang miskin pada masa Natal saja dengan biaya yang cukup besar. Setelah itu, ya semuanya menjadi biasa kembali. Padahal, Yesus berkata: “Orang miskin selalu ada pada kamu!

 

 

DOA :

Tuhan Yesus, mampukan kami untuk mengingat orang miskin tidak hanya pada masa Natal saja. Amin.

 

Mzm. 148; Yes. 49:5-15; Mat. 12:46-50

 

 

Page 1 of 58

 

KUNJUNGI  JUGA  SITUS  :

 

              Logo Ukrida