Sarana Penunjang

REK. GKI  MANGGA  BESAR

 

 Bank BCA

No. Rek: 684 - 029 - 9340

a/n: GKI Mangga Besar

 

Jadwal Kebaktian

KEBAKTIAN UMUM

Minggu - Pk. 08.00 WIB

KEBAKTIAN REMAJA

Minggu - Pk. 10.00 WIB

SEKOLAH MINGGU

Minggu - Pk. 10.00 WIB

KEBAKTIAN DEWASA

Rabu - Pk. 11.00 WIB

PERSEKUTUAN DOA PAGI

Sabtu - Pk. 07.00 WIB

Kegiatan Akan Datang
No events
Gabung Dengan Kami

Member Login
Pastikan Anda selalu LOGIN agar lebih leluasa mengakses Situs ini.....Terima Kasih

Kalender Kegiatan
December 2017
S M T W T F S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Bagaimana Cara Memandang Hidup

"Seorang ayah mendapat bingkisan hadiah dari putrinya yang masih balita.

“Hadiah hari papa untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang.”

Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong.

Tidak berisi apa pun juga. “Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya kok kosong.

Buang-buang kertas kado Papa.Kan mahal?”

 

Si kecil menjawab, “Nggak Pa, nggak kosong. Tadi Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa.

” Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya.

“Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan box ini.

Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu.

Nanti kalau kosong diisi lagi ya !”

 

Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun,

tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi.. Apa yang terjadi ?
Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah,
di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun.

Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.

Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain..
Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain..

Kosong dan penuh, dua-duanya merupakan produk dari “Mindset / pikiran” kita sendiri.
Sebagaimana kita memandangi hidup demikianlah kehidupan kita..
Hidup menjadi berarti, bermakna, karena kita memberikan arti kepadanya,
memberikan makna kepadanya.

Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas

yang kosong.. Jadi, ” Jangan memandang kehidupan ini dengan pesimis… berikanlah arti dan makna

untuk menjadikan hidup yang lebih baik dan berkualitas…

 

 

Sumber : Sabda.org
PDFPrintE-mail

Mengherankan, Tuhan menggunakan metafora SEMUT untuk mengajarkan anak-anak-Nya ETOS KERJA yang benar. Amsal 6:6-8 menyatakan: "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen". Kalimat ini memang ditujukan kepada yang MALAS, atau kerangjingan MILIS, atau sering bikin alasan MULES saat disuruh kerja, sambil meMELAS bisa diberi waktu istirahat lebih banyak. Tapi SEMUT tidak demikian:

 

a. Mengambil INISIATIF. Semut tidak memerlukan komando atau pengawasan untuk bekerja, tapi senantiasa berINISIATIF, digerakkan dari dalam dirinya untuk senantiasa bekerja

 

b. Penuh INTEGRITAS. Integritas menyangkut kesetiaan kerja dan rasa tanggung jawab atas pekerjaan. Integritas adalah langka dimiliki manusia sekarang. Padahal, integritas adalah energi yang membuat kita dapat bertahan dalam masalah dan kesulitan kerja.

 

c. Selalu INDUSTRIOUS. Industrious adalah kapasitas untuk berindustri, berproduksi, berkarya; dapat diartikan rajin, tekun, tak kenal lelah bahkan pantang menyerah. Bila 'bukit semut' mereka runtuh, tetap para semut bekerja membangun bukit semut yang baru.

 

d. Visi dan Tujuan yang jelas. Semut bekerja sekarang untuk menikmati sejahtera di masa sulit dan berat. Ada target waktu, ada target kerja yang tertentu, Bekerja untuk sebuah harapan besar. Ini yang menjadikan semut berINISIATIF, penuh INTEGRITAS dan selalau INDUSTRIOUS.

Kalau semut aja bisa, apalagi ANAK-ANAK TUHAN. Jadilah BIJAK, belajarlah pada semut.

 

 

Sumber : Wiempy, Sabda.org
PDFPrintE-mail
  • HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
    Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.
  •  
  • LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
    Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.
  •  
  • UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
    Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.
  •  
  • DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
    Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.
  •  
  • MODEL PERAN.
    Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.
  •  
  • JADILAH GURU.
    Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.
  •  
  • MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
    Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.
  •  
  • BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
    Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri. Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.
  •  
  • PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
    Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.
  •  
  • SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
    Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.

 

 

Dalam Rangka Bulan Keluargs GKI Mangga Besar 2013
PDFPrintE-mail

Persembahan Pujian berirama Country oleh: Bpk Nick Stevanus dan Rekan

 

 

 

 

KUNJUNGI  JUGA  SITUS  :

 

              Logo Ukrida