Sarana Penunjang

REK. GKI  MANGGA  BESAR

 

 Bank BCA

No. Rek: 684 - 029 - 9340

a/n: GKI Mangga Besar

 

Jadwal Kebaktian

KEBAKTIAN UMUM

Minggu - Pk. 08.00 WIB

KEBAKTIAN REMAJA

Minggu - Pk. 10.00 WIB

SEKOLAH MINGGU

Minggu - Pk. 10.00 WIB

KEBAKTIAN DEWASA

Rabu - Pk. 11.00 WIB

PERSEKUTUAN DOA PAGI

Sabtu - Pk. 07.00 WIB

Kegiatan Akan Datang
No events
Gabung Dengan Kami

Member Login
Pastikan Anda selalu LOGIN agar lebih leluasa mengakses Situs ini.....Terima Kasih

Kalender Kegiatan
December 2017
S M T W T F S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
Peneguhan Penatua GKI Mangga Besar - 25 Maret 2012
PDFPrintE-mail

Apa sih acara rutin di setiap Gereja Kristen Indonesia (GKI), menjelang akhir dari program pelayanan, selain penyusunan program baru? Yah betul kita semua disibukkan dengan pemilihan dan peneguhan calon penatua yang baru. Pasti disetiap Gereja GKI sibuk mempersiapkan itu semua, tidak terkecuali kita GKI Mangga Besar.

 

Jauh-jauh hari, kira-kira di bulan Desember Majelis Jemaat sudah mempersiapkan dengan membentuk Panitia Pemilihan Calon Penatua (Pamitu). Panitia ini yang nantinya akan bekerja untuk mencari, menyaring, melakukan pendekatan, melobi, dan kemudian menentukan orang-orang yang akan menjadi calon penatua. Tugas dari Pamitu ini memang tidak mudah, karena harus mencari sumberdaya manusia yang mau berbagi kesibukkannya dengan pelayanan di gereja. Jangan kan di gereja yang kecil yang sumberdaya manusianya terbatas, di gereja yang besar sekalipun dengan sumberdaya manusia yang banyak, terkadang sangat susah sekali mencari orang-orang yang mau turut serta dalam pelayanan gereja, apalagi mencari untuk menjadi seorang penatua.

 

Setelah melalui banyak proses, akhirnya Pamitu memutuskan memilih 6 orang sebagai calon penatua berdasarkan nama-nama yg sudah masuk berdasarkan pilihan dari para jemaat, dan nama-nama tersebut diserahkan ke Majelis Jemaat untuk di gumuli bersama-sama. Masuk ke proses selanjutnya, mulai dilakukan pendekatan kepada 6 calon tersebut. Pamitu memberikan waktu  kepada ke enam calon tersebut untuk berpikir dan menggumuli secara pribadi mengenai permohonan sebagai calon Penatua ini.

 

Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya", ujarnya dengan sinis.

 

Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : "Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini", dengan nada mencemooh.

 

Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayanya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini."

 

Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahkluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.

 

Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi.....

 

Perjalanan Karir

PDFPrintE-mail
Amsal 20:18
Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.


Perjalanan di tahun ini sudah terbentang di depan mata untuk kita jalani. Ada banyak hal yang masih dapat kita raih dan yang masih perlu kita perbaiki; seperti keadaan keluarga, kondisi kerohanian, pribadi kita sendiri. Selain itu sebagai pelaku di dunia kerja kita perlu meraih prestasi yang lebih baik lagi di bidang karir.

Untuk meraih kesuksesan khususnya dalam berkarir, seorang pakar SDM pernah mengatakan, "Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa saja rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan."

Ketika kita berangan-angan ingin membangun karir yang berhasil, sadarilah bahwa kesuksesan dalam karir terkait dengan perencanaan karir. Para praktisi manajemen diri menganjurkan: "Perburuan karir dimulai sepuluh tahun sebelum karir tersebut bisa kita raih".

Amsal 20:18 mengatakan "Rancangan terlaksana oleh pertimbangan". Jadi apa pun yang sedang kita impikan dalam karir, agar terlaksana dengan baik, buatlah perencanaan bagaimana mewujudkannya. Mungkin sekarang adalah waktu terbaik untuk hal itu, sehingga selanjutnya kita dapat bergerak sesuai dengannya, berlari dengan kecepatan maksimum untuk meraih karir yang diimpikan.

Perencanaan dan kerja keras merupakan kombinasi bagi kesuksesan.
 
 

Rp 20.000,-/jam

 

Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 6 tahun menyambutnya di depan pintu.

 

“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”


“Oh boleh nak kenapa tidak, ada apa sayang?”


“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?”


“Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan nada marah.


“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.


“Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan

Rp 20 ribu tiap jamnya.”


“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh tidak aku pinjam uang Rp 10 ribu?”

 

Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur.

 

Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa jengkel dan kurang mengerti pada pertanyaan anak lelakinya. 

 

 

KUNJUNGI  JUGA  SITUS  :

 

              Logo Ukrida