Sarana Penunjang

REK. GKI  MANGGA  BESAR

 

 Bank BCA

No. Rek: 684 - 029 - 9340

a/n: GKI Mangga Besar

 

Jadwal Kebaktian

KEBAKTIAN UMUM

Minggu - Pk. 08.00 WIB

KEBAKTIAN REMAJA

Minggu - Pk. 10.00 WIB

SEKOLAH MINGGU

Minggu - Pk. 10.00 WIB

KEBAKTIAN DEWASA

Rabu - Pk. 11.00 WIB

PERSEKUTUAN DOA PAGI

Sabtu - Pk. 07.00 WIB

Kegiatan Akan Datang
No events
Gabung Dengan Kami

Member Login
Pastikan Anda selalu LOGIN agar lebih leluasa mengakses Situs ini.....Terima Kasih

Kalender Kegiatan
December 2017
S M T W T F S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
Tulisan oleh: Admin
PDFPrintE-mail

Ternyata lagu-lagu pujian gereja GKI  dari Kidung Jemaat (KJ), Nyanyian Kidung Baru (NKB), dan Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) tetap enak dinyayikan dengan iringan alat musik apapun juga. Ga percaya?. Nah ini buktinya nih, saat Kebaktian Umum seminggu yang lalu, GKI Mangga Besar mendapat kehormatan seluruh prosesi kebaktian bisa diiringi oleh Grup Gambang Kromong "Sinar Betawi".

 

Kami mewakili Jemaat GKI Mangga Besar sangat berterima kasih atas puji-pujian yang telah dipersembahkan oleh Grup Gambang Kromong "Sinar Betawi".

 

Nah kebetulan Admin sempat merekam dan mengabadikan moment tersebut:

 

           

 

Dan ini Videonya :

 

 

 

Mari kita rayakan kebersamaan kita sebagai satu keluarga GKI Mangga Besar dalam Bulan Keluarga tahun 2013. Panitia Bulan Keluarga telah mempersiapkan serangkan acara dan kami mengundang seluruh Jemaat untuk berpartisipasi dalam acara-acara sebagai berikut :

 

Minggu, 6 Oktober 2013 pk. 08.00

  •       Perjamuan Kudus Sedunia, sekaligus Pembukaan Bulan Keluarga
  •       Kebaktian dengan nuansa musik Betawi, diiringi oleh Gambang Keromong.

 

Minggu, 13 Oktober 2013 pk. 08.00

  •       Persembahan pujian oleh VG Jubilus (GKI Citra 1) dalam kebaktian umum

 

Selasa, 15 Oktober 2013

  •       Kebaktian Padang di Kuntum Nursery, Bogor

 

Minggu, 20 Oktober 2013 pk. 08.00

  •       Persembahan pujian oleh Bpk. Nick Stephanus (GKI Kepa Duri) dalam kebaktian umum

 

Minggu, 20 Oktober 2013 pk. 10.30

  •       Ceramah Kesehatan oleh dr. Prapti Utami

         Tema ”Herbal dan Manfaatnya untuk Kesehatan

 

Minggu, 27 Oktober 2013 pk. 08.00

  •       Kebaktian Penutupan Bulan Keluarga

 

Minggu, 27 Oktober 2013 pk. 10.00

  •       Talkshow ”Keluarga Bahagia” dengan tema ”Komunikasi Ortu dan Anak/Remaja”,

         dipandu oleh Pdt. Nanang dan Pdt. Engeline Chandra (GKI Kepa Duri)

 

 

Artikel oleh: Ibu Mira van Nimwegen (Aggota Jemaat GKI Mangga Besar yg sekarang menetap di Belanda)
PDFPrintE-mail

Tiba-tiba saja saya mendapat pesan melalui facebook dari sdr. Biang Fung yang meminta saya untuk menulis artikel dalam rangka ulang tahun GKI Mangga Besar yang ketigapuluh bulan agustus yang akan datang. Wah! Suprise! Saya merasa tersanjung kalau saya boleh mendapatkan tawaran ini. Tawaran ini mengalirkan kehangatan dalam hati saya bahwa saya tidak dilupakan dan tetap diingat oleh saudara/i dari GKI Mangga besar, terima kasih. 

Pertama-tama saya mengucapkan selamat ulang tahun buat GKI Mangga Besar. Usia 30 tahun adalah usia yang matang menurut ukuran manusia. Karena itu doa dan harapan saya adalah GKI Mangga Besar tetap bersatu dalam kasih diantara anggota maupun simpatisan. Dan bersama dengan para penatua, pendeta dan aktivis lainnya dalam semua komisi bahu membahu membangun Rumah tempat Kediaman Allah kita. Sebuah batu bangunan tidak ada artinya, tetapi bila ada beberapa batu bangunan dan ditambah lagi beberapa dan beberapa lagi maka jadilah sebuah Rumah dan inilah rumah kita bersama. Tempat kita berdiam bersama saudara dan saudari kita dan Bapa kita. Kita menjadi keluarga besar Allah.

 

Tak terasa dua puluh tahun lebih waktu telah berlalu. Sepertinya baru kemarin. Masa remaja/pemuda telah berlalu begitu cepat. Kenangan  bersama komisi Remaja/Pemuda GKI Mangga Besar menggoreskan pengalaman yang indah sekaligus sangat berarti dalam perjalanan iman saya. Kebersamaan yang indah dalam pelayanan bersama yang saling menguatkan satu sama lain. Inilah yang menjadi dasar pelayanan saya selanjutnya.

Saat ini saya tinggal di negeri Belanda. Jauh, sangat jauh dari Jakarta tempat kelahiran saya. Saya tidak pernah punya keinginan ataupun cita-cita untuk hidup di luar negeri. Saya tidak pernah mimpi punya suami orang asing. Ya, inilah rencana yang telah dibuat Allah untuk saya. Tuhan juga mempercayakan pelayanan di tempat baru dan asing ini. Di tempat pelayanan yang baru ini saya ingat akan jemaat GKI Mabes. Jemaat kami juga jemaat kecil. Kami hanya sebuah gereja imigran. Modelnyapun benar-benar mirip GKI Mabes dulu, waktu saya masih aktif di GKI Mabes. Penuh kekeluargaan. Inilah keluarga baru saya. Saya tidak punya famili dengan ikatan darah disini. Jadi ikatan persaudaraan dalam gereja imigran ini sangat terasa sekali. Bisa bicara bahasa Indonesia satu sama lain, bisa makan makanan Indonesia, bisa cerita-cerita tentang Indonesia untuk menghilangkan rasa rindu dan lain sebagainya. Inilah keluarga baru saya, keluarga besar Allah.

 

Terkadang Ke EGOIS an Mengalahkan Segalanya
PDFPrintE-mail

Perkawinan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai seorang anak pun. Dan mulailah kanan kiri berbisik- bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik. Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak ada peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.


Melihat hasil seperti itu, sang suami mengambil inisiatif menjumpai dokter. Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki. Sang suami berkata kepada sang dokter, “ Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa. Katakan saja saya yang mandul.” Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami yang begitu mencintai istrinya, terus mendesak dan memaksa sang dokter.

 

Dia menjelaskan kepada dokter akan akibat yang akan terjadi pada istrinya bila mengetahui
dirinya mandul. Istrinya pasti tidak dapt menerima kenyataan ini dan pasti akan stress berkepanjangan. Akhirnya setelah dibujuk berukang kali, dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri. Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.  ” Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami memejamkan matanya dan terlihat pada raut wajahnya, wajah
seseorang yang menyerah pada rencana dan pengaturan Tuhan. Lalu pasangan suami istri itu pulang ke
rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

 

 

KUNJUNGI  JUGA  SITUS  :

 

              Logo Ukrida