Artikel Keluarga

Written by Administrator
PDFPrintE-mail

Seorang ibu baru saja pulang dari bekerja. Dia menemukan bahwa pintu rumahnya dalam keadaan terbuka. Dia sangat tidak suka jika anaknya masih saja bermain di luar hingga larut malam, padahal kemarin dia baru saja memarahi anaknya.

Karena marah yang tak terbendung, sang ibu memberikan hukuman kepada anaknya dengan mengunci pintu rumahnya dan akan membukakanya pada tengah malam untuk memberikan efek jera pada anaknya.

Ketika terbangun, ibu mendapati hari sudah pagi dan dia bergegas keluar rumah untuk mencari anaknya. Begitu terkejutnya ketika didapati anaknya sudah tergeletak tak bernyawa akibat kedingingan oleh hujan semalam.

 

Di dalam genggaman tangan anaknya terdapat kertas kecil bertuliskan :

 

Selamat ulang tahun Mama, semalam saya menanam bibit bunga mawar putih

agar Mama tidak marah lagi kepadaku, karena kemarin aku bermain sampai malam.

 

Penyesalan selalu datang terlambat. Jika kita tidak dapat menahan amarah, maka amarah akan dapat mendatangkan malapetaka. Orang-orang yang membiarkan amarahkan maka akan melakukan hal-hal negatif tanpa berpikir terlebih dahulu.

 

Oleh sebab itu, milikilah hati yang penuh dengan kesabaran dan biarkan Roh Kudus selalu memberikan kedamaian di dalam hatimu walau dunia selalu mencoba untuk menyulut amarahmu. Diberkatilah orang-orang yang hidup penuh dengan kesabaran.

 

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu,

jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Mazmur 37:8

 

 

Written by Sumber : Wiempy, Sabda.org
PDFPrintE-mail
  • HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
    Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.
  •  
  • LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
    Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.
  •  
  • UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
    Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.
  •  
  • DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
    Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.
  •  
  • MODEL PERAN.
    Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.
  •  
  • JADILAH GURU.
    Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.
  •  
  • MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
    Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.
  •  
  • BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
    Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri. Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.
  •  
  • PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
    Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.
  •  
  • SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
    Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.

 

 

Written by Terkadang Ke EGOIS an Mengalahkan Segalanya
PDFPrintE-mail

Perkawinan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai seorang anak pun. Dan mulailah kanan kiri berbisik- bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik. Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak ada peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.


Melihat hasil seperti itu, sang suami mengambil inisiatif menjumpai dokter. Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki. Sang suami berkata kepada sang dokter, “ Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa. Katakan saja saya yang mandul.” Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami yang begitu mencintai istrinya, terus mendesak dan memaksa sang dokter.

 

Dia menjelaskan kepada dokter akan akibat yang akan terjadi pada istrinya bila mengetahui
dirinya mandul. Istrinya pasti tidak dapt menerima kenyataan ini dan pasti akan stress berkepanjangan. Akhirnya setelah dibujuk berukang kali, dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri. Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.  ” Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami memejamkan matanya dan terlihat pada raut wajahnya, wajah
seseorang yang menyerah pada rencana dan pengaturan Tuhan. Lalu pasangan suami istri itu pulang ke
rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

 

Page 1 of 3

 

KUNJUNGI  JUGA  SITUS  :

 

              Logo Ukrida