Artikel Kiriman

Written by Artikel oleh: Ibu Mira van Nimwegen (Aggota Jemaat GKI Mangga Besar yg sekarang menetap di Belanda)
PDFPrintE-mail

Tiba-tiba saja saya mendapat pesan melalui facebook dari sdr. Biang Fung yang meminta saya untuk menulis artikel dalam rangka ulang tahun GKI Mangga Besar yang ketigapuluh bulan agustus yang akan datang. Wah! Suprise! Saya merasa tersanjung kalau saya boleh mendapatkan tawaran ini. Tawaran ini mengalirkan kehangatan dalam hati saya bahwa saya tidak dilupakan dan tetap diingat oleh saudara/i dari GKI Mangga besar, terima kasih. 

Pertama-tama saya mengucapkan selamat ulang tahun buat GKI Mangga Besar. Usia 30 tahun adalah usia yang matang menurut ukuran manusia. Karena itu doa dan harapan saya adalah GKI Mangga Besar tetap bersatu dalam kasih diantara anggota maupun simpatisan. Dan bersama dengan para penatua, pendeta dan aktivis lainnya dalam semua komisi bahu membahu membangun Rumah tempat Kediaman Allah kita. Sebuah batu bangunan tidak ada artinya, tetapi bila ada beberapa batu bangunan dan ditambah lagi beberapa dan beberapa lagi maka jadilah sebuah Rumah dan inilah rumah kita bersama. Tempat kita berdiam bersama saudara dan saudari kita dan Bapa kita. Kita menjadi keluarga besar Allah.

 

Tak terasa dua puluh tahun lebih waktu telah berlalu. Sepertinya baru kemarin. Masa remaja/pemuda telah berlalu begitu cepat. Kenangan  bersama komisi Remaja/Pemuda GKI Mangga Besar menggoreskan pengalaman yang indah sekaligus sangat berarti dalam perjalanan iman saya. Kebersamaan yang indah dalam pelayanan bersama yang saling menguatkan satu sama lain. Inilah yang menjadi dasar pelayanan saya selanjutnya.

Saat ini saya tinggal di negeri Belanda. Jauh, sangat jauh dari Jakarta tempat kelahiran saya. Saya tidak pernah punya keinginan ataupun cita-cita untuk hidup di luar negeri. Saya tidak pernah mimpi punya suami orang asing. Ya, inilah rencana yang telah dibuat Allah untuk saya. Tuhan juga mempercayakan pelayanan di tempat baru dan asing ini. Di tempat pelayanan yang baru ini saya ingat akan jemaat GKI Mabes. Jemaat kami juga jemaat kecil. Kami hanya sebuah gereja imigran. Modelnyapun benar-benar mirip GKI Mabes dulu, waktu saya masih aktif di GKI Mabes. Penuh kekeluargaan. Inilah keluarga baru saya. Saya tidak punya famili dengan ikatan darah disini. Jadi ikatan persaudaraan dalam gereja imigran ini sangat terasa sekali. Bisa bicara bahasa Indonesia satu sama lain, bisa makan makanan Indonesia, bisa cerita-cerita tentang Indonesia untuk menghilangkan rasa rindu dan lain sebagainya. Inilah keluarga baru saya, keluarga besar Allah.

 

Written by Artikel kiriman : Sdri. Lenny wati (Cen-Cen) - Tokyo, Jepang
PDFPrintE-mail

SETITIK HARAPAN

 

Sejauh mata memandang, setitik harapan itu ada .

Namun akankah setitik itu membuat perubahan yang sangat mendalam seperti perubahan metamoforsa

 

Dari butiran yang ada yang kemudian mulai perlahan lahan perubahan ada dan memulai kehidupan yang baru nyata.

Disetiap perubahan satu persatu itu ada apakah ada di hati dan iman kitapun ada perubahan seperti perubahan yang terjadi oleh metamoforsa??

 

Setiap perubahan akan ada rentan akan terpaan dan masalah yang dihadapi bahkan akan mengancam perubahan itu berhenti.

Hanya pengharapan dan setitik harapan yang sungguh, maka perubahan itu akan terus berkembang menjadi perubahan yang sungguh luar biasa

dan tanpa kita sadari akan memukau perhatian setiap orang yang melihat dan luar biasa.

 

Semoga di hari jadinya gereja GKI Mangga Besar beserta jemaat, kiranya kita mampu memberi setitik harapan perubahan yang sama dengan

perubahan metamoforsa yang tanpa berhenti terus berubah untuk mendapat perubahan yang Luar biasa di dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan .

Karena Dia lah yang membuat kita menjadi berharga.

 

Amin


Written by Artikel kiriman : Ibu Triliana
PDFPrintE-mail

Dari kecil saya sudah bergereja di GKI Mabes, suka duka saya alami, hingga saya remaja dan aktif di gereja. Semenjak saya menikah saya sudah tidak aktif lagi di GKI Mabes, saya hilang bertahun-tahun tetapi saya tidak menghilang begitu saja. Saya hanya menjadi Kristen “NAPAS” (Natal-Paskah). Sebenarnya saya rindu untuk beribadah di GKI Mabes, berhubung jarak rumah kami yang jauh dan itulah yang menjadi pergumulan bagi kami. Saya berdoa bagaimana kami dapat beribadah di GKI Mabes dengan sungguh-sungguh.

 

Mungkin sudah jalannya Tuhan, tidak kami duga pada malam hari Pdt. Nanang, Pnt. Jadisastra, dan Pnt. Ong Bian Fung datang ke rumah kami untuk meminta suami saya melayani di GKI Mabes menjadi penatua, banyak pergumulan yang kami alami untuk menjawab permintaan itu. Tetapi kami mengingat kembali betapa baiknya Tuhan kepada kami yang sudah memberkati dan memberikan kesehatan kepada kami, inilah cara kami mengucap syukur kepada Tuhan dengan menerima menjadi penatua dan melayani di ladangnya.

 

Dari peneguhan itulah kami mulai aktif kembali beribadah di gereja dan melayani, dan saya pun sangat rindu untuk melayani karena dengan melayani, persekutuan saya hidup kembali dengan adanya persekutuan kami dapat berbagi suka dan duka dengan pendeta dan teman-teman kami di gereja. Hidup di dalam persekutuan, kami dapat kekuatan dan kami juga tidak ada alasan lagi untuk tidak beribadah dan melayani, karena kami punya rasa memiliki sebagai kesatuan gereja GKI Mabes.

 

Dan tidak terasa sekarang GKI Mangga besar sudah memasuki usia 29 tahun, usia yang sudah dewasa, biarlah dengan bertambahnya usia, bertambah juga hikmat dan kedewasaan dalam pelayanan dan juga kebersamaannya. Dan juga orang-orang didalamnya bertambah hikmat dari Tuhan, karena gereja bukanlah gedungnya tetapi orang-orang didalamnya. Apakah didalamnya ada kebersamaan dalam pelayanan atau ada jarak pemisah.

 

Tetapi saya yakin GKI Mabes terkenal dengan kebersamaan dan kekeluargaannya sangat kuat, itu juga kalau ada rasa memiliki terhadap gerejanya tetapi kalau tidak ada rasa memiliki tidak tahu bagaimana jadinya GKI Mangga Besar di masa depannya.

 

Saya ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk gereja GKI Mangga Besar biarlah Tuhan yang selalu menyertai kehidupan jemaatnya, pendeta, penatua, dan juga komisi-komisi yang ada agar Tuhan selalu menyertai pelayanannya.


 

Page 1 of 2

 

KUNJUNGI  JUGA  SITUS  :

 

              Logo Ukrida