oleh : Pdt. Nanang
PDFPrintE-mail

Mungkinkah Tuhan menciptakan burung dengan sepasang sayapnya kalau Dia tidak lebih dahulu membentangkan langit? Atau mungkinkah Dia menjadikan ikan-ikan dengan sirip dan kemampuan berenang tapi tidak menjadikan samudera? Mungkinkah Tuhan menaburkan benih kekekalan dalam hati manusia kalau Dia tidak menjadikan kehidupan kekal dan kematian kekal?

 

Apa pun keyakinan atau iman kita, pasti nurani mengatakan bahwa hidup tidak berakhir dengan kematian tubuh ini. Di balik kematian ada sebuah "pengadilan" yang menuntut tanggungjawab kita. Apakah kehidupan kekal yang menjadi bagian kita atau kematian kekal. Semuanya ditentukan saat ini ketika nafas masih berhembus.

 

"Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." (2 Korintus 5:10)

 

 

 

KUNJUNGI  JUGA  SITUS  :

 

              Logo Ukrida